Hidup Sebagai Orang Benar
idup telah Tuhan anugerahkan untuk kita alami dan dijalani
menurut kehendak-Nya. Ia berkehendak agar kita hidup
sebagai orang benar. Orang benar pasti akan mengalami
kebahagiaan. Jadi bila hidup dijalani bukan sebagai orang benar,
kebahagiaan tidak akan dialami. Nas hari ini setidaknya
menyaksikan dua hal tentang hidup orang benar. Pertama, mereka
disebut pula orang yang takut akan Tuhan, sangat suka kepada
perintah-Nya atau menaati hukum Allah. Hidup orang benar itu
ditandai dengan sikap dan perilaku hidup yang berkualitas. Hidup
yang berkualitas itu berlangsung dalam relasi yang benar dengan
Allah dan sesama. Tak ada hidup yang terlepas dari pertolongan
dan otoritas Allah serta kebersamaan dengan orang lain.
Keutamaannya adalah relasi dengan Tuhan dan kemudian
dikonkritkan dalam kebersamaan dengan sesama. Hidup orang
benar itu luhur sebab padanya ada belaskasihan, suka memberi,
membagi-bagi serta menolong orang miskin dan hatinya tetap,
penuh kepercayaan kepada Tuhan. Oleh sebab itu mereka tidak
takut pada kabar celaka. Orang yang menaati Allah dan
melakukan yang benar, memang tak akan bebas dari kesukaran,
namun karena iman, gumulan hidup berani dihadapi. Orang yang
menyembah Allah, belum tentu akan menjalani hidup yang serba
mudah. Namun, mereka akan memiliki sifat-sifat ilahi seperti
pengasih dan penyayang. Kedua, Tuhan memberkati hidup orang
benar dengan limpahnya. Anak cucu mereka akan perkasa di
bumi. Kegemilangan hidup tak akan berkesudahan sebab tetap
berlanjut dalam sejarah keturunan. Keturunan orang benar
berlanjut dan bertambah, tak akan dialami kehilangan generasi di
bumi ini bahkan tetap diberkati. Harta dan kekayaan ada pada
rumah orang benar dan di dalam gelap terbit terang. Kemujuran
akan menyertai hidup mereka serta takkan goyah untuk selamalamanya. Hidup seperti inilah yang Tuhan kehendaki untuk kita
jalani sebagai pelayan dan umat GPM.
Doa: Tuhan, layakkanlah kami untuk hidup sebagai orang benar. Amin.


