Santapan Harian Keluarga

Kesadaran Akan Memikul Salib

Hari itu Ishak sementara mempersiapkan diri untuk mandi. Rencananya ia akan mendampingi anaknya Agus yang sakit. Semalam bersama Istri dan anak, mereka baru saja berdoa meminta pertolongan Tuhan berkenan dengan kondisi kesehatan Agus. Ia seorang mahasiswa yang akan menyusun skripsi namun karena sakit maag yang mengarah pada asam lambung, maka ia diminta pulang untuk menjalani pengobatan bersama orang tuanya. Istrinya Mega sementara bervelanja di toko yang terletak di depan rumah mereka. Ishak, yang sebelumnya berencana mandi, tiba-tiba dikagetkan dengan bunyi benturan keras. Ia lalu mendengar teriakan orang-orang di sekeliling rumahnya. Pikirnya pasti telah terjadi tabrakan. Ternyata benar apa yang ia pikirkan. Namun, yang tidak pernah Ishak duka adalah korban tabrak adalah istrinya sendiri. Seperti itulah kehidupan. Tinggal sehari lagi kita akan merayakan Jumat Agung. Bacaan hari ini menceritakan Simon orang Kirene yang dipaksa memikul salib Tuhan. Juga diceritakan tentang tangisan perempuan-perempuan ketika melihat Tuhan memikul salib. Tuhan Yesus mengajarkan hidup ini keras. Betapa sering kita dipaksa menghadapi kenyataan hidup yang tidak pernah kita duga. Tuhan Yesus telah menjalaninya demi penyelamatan kita. Untuk itu, tetaplah setia pukul salib sebab Tuhan Yesus tidak akan meninggalkan kita sendiri dalam menghadapi apapun. Ibarat pelangi sehabis hujan, demikian gambaran kasih setia Allah yang akan sertai kita walaupun dalam situasi buruk seperti apapun

DOA: TUHAN YESUS, TOLONG KAMI UNTUK TETAP PIKUL SALIB. AMIN
Share this Post: